FPKS Sentil Gubernur

BARU terbentuk, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Jatim mulai bermanuver. Fraksi yang hanya memiliki tujuh kursi itu mengingatkan gubernur agar tidak menjadikan slogan APBD untuk rakyat sekadar pemanis bibir. Parpol pendukung pasangan Karsa (Soekarwo-Saifulah Yusuf) itu menilai, kinerja Soekarwo selama enam bulan masih jauh dari sasaran.

”Isu APBD untuk rakyat dengan kenyataan tidak ada istimewanya. Materi gubernur dalam workshop RPJMP (Rencana Pembangunan Jangka Menengah-Panjang) Jatim lebih seperti brainwashing (cuci otak) kalau programnya selalu bagus-bagus,” cetus anggota dewan dari PKS Ahmad Jabir sebelum workshop di Hotel Singgasana Surabaya kemarin (4/9).

Jika dewan tidak melakukan pengawalan ekstra terhadap kebijakan-kebijakan eksekutif, mantan anggota DPRD Surabaya itu khawatir menjadi kebijakan kontraproduktif yang mengatasnamakan kepentingan rakyat. ”Kerugiannya seperti pemborosan, tumbuhnya KKN model baru, dan tidak efektifnya program dan anggaran,” jelas Jabir.

Bentuk pengingkaran terhadap APBD untuk rakyat, lanjur dia, sudah terjadi dan bahkan dilakukan politisi di DPRD Jatim. Misalnya, kasus P2SEM (program pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat) yang seharusnya menyejahterakan rakyat, namun malah merugikan rakyat. ”Itu bentuk pengingkaran terhadap rakyat. Jajaran pemprov dan dewan harus mengawal agar APBD benar-benar untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Pernyataan senada dilontarkan Sekretaris FPKS Irwan Setiawan. Dalam pemaparan RPJM, menurut dia, Soekarwo menjadikan referensi keunggulan-keunggulan data perekonomian Jatim 2009 sebagai angka optimistis untuk rencana pembangunan. ”Saya sangat pesimistis karena gubernur tidak membuka terpuruknya pendapatan 2009,” ungkit Irwan.

Setali tiga uang, anggota FPKS Riyadh Rosyadi mengungkapkan, sejak 2008 APBD mengalami defisit Rp 1,2 triliun. Nilai sebesar itu setara dengan bantuan pendidikan untuk 1.000 sekolah se-Jatim. ”Haram hukumnya jika sektor pendapatan APBD 2010 berpijak pada APBD 2009. Seharusnya minimal berpatokan pada APBD 2008 yang mengalami surplus,” tukas Rosyadi. (sep/oni)

http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=88900

About the Author