Hearing komisi D
Fakta menunjukkan, sekitar 70 persen dari 2.000 kilometer jalan kolektor atau jalan provinsi di Jawa Timur telah melampaui umur layanan. Karena itu, jika perbaikan jalan hanya mengandalkan sistem tambal sulam, maka dalam tiga hingga empat tahun ke depan sebagian besar jalan provinsi di Jawa Timur akan rusak berat. Saat ini, sekitar 1.400 kilometer jalan provinsi di Jawa Timur telah berusia antara 10 tahun hingga 12 tahun. Padahal, umur layanan jalan provinsi hanya berkisar lima hingga tujuh tahun.
”Dalam hearing terungkap data bahwa pada tahun 2009 untuk Pemeliharaan berkala jalan sejumlah 33 Milyar, Pemeliharaan rutin 26 m, dan Peningkatan jalan sejumlah 49 Milyar. Dinas PU Binamarga Jawa Timur hanya dapat melakukan pelapisan ulang jalan provinsi sepanjang 100 kilometer. Sementara itu, 1.900 kilometer jalan provinsi lainnya hanya diperbaiki dengan sistem tambal lobang di setiap titik jalan yang rusak. Selain itu, untuk Jalan lintas Selatan sejumlah 38 Milyar, ” ujar Irwan Setiawan.
”Sedangkan untuk tahun 2010 sebenarnya kebutuhan dana 779,748.000 Milyar namun hanya dianggarkan 216.506 Milyar dengan rincian untuk peningkatan Jalan 52 Milyar, Penggantian jembatan sejumlah 9 Milyar, pembanguan Gedung Workshop sejumlah 8 Milyar, untuk tanah sejumlah 3,5 Milyar, Pemeliharaan Jalan dan jembatan : 80 Milyar, Kegiatan penunjang sejumlah 15 Milyar, dan JLS 30 Milyar,” lanjut Irwan.
”Menyikapi semakin rentanya usia jalan provinsi di Jawa Timur, langkah serius harus segera diambil Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Masalahnya, jalan provinsi merupakan urat nadi vital bagi proses distribusi dan transportasi antar daerah di Jawa Timur. Jika angka pengucuran anggaran pemeliharaan jalan provinsi tahun depan berulang lagi seperti tahun ini, maka dalam tiga hingga empat tahun ke depan 70 persen jalan provinsi akan rusak berat. Terlepas dari persoalan dana, uzurnya usia sekitar 1.400 kilometer jalan provinsi di Jawa Timur harus segera mendapatkan penanganan serius. Karena itu, pemeliharaan jalan provinsi di tahun-tahun ke depan tak akan selesai hanya dengan metode tambal sulam, namun pelapisan ulang aspal untuk meningkatkan umur layanan jalan provinsi,” pungkas Irwan Setiawan.
Irwan Setiawan
Komisi D
Fraksi PKS
