Bhirawa ,30 Desember 2009
Program pokok Pemprov,Pro Growth,Pro-Poor dan pro-job dipertanyakan F-PKS DPRD Jatim,karena sejauh ini menurut anggota F-PKS Artono yang juga pengusaha sukse sini masih belum terlihat bahkan belum dirasakan masyarakat yang jadi tujuannya.
Bukti yang paling terlihat ungkapnya kemudiann,adalah banyaknya investor yang hengkang dari jatim karena mereka kurang paus dan kurang mendapatkan tempat di jatim.
Dalam hal ini seraya dicontohkan misalnya seperti beberapa perusahaan asing dengan berbagai merk terkenal.
“Nike misalnya,kini sudah tidak lagi invest di Jatim mereka sudah hengkang ke negaranya,” Ungkap Artono.
Hengkangnya perusahaan asing ke luar negeri ini sangat berpengaruh pada perusahaan lain yang ingin menanamkan sahamnya di Jatim mereka berpikir panjang,Mereka enggan masuk ke Jatim.
Untuk itu,tandasnya lebih lanjutnya maka perlu adanya pembenahan serta adanya langkah kongkrit lebih lanjut dalam hal ini. Gubernur harus berani melakukan pembenahan kembali agara program pro growth,pro poor dan pro job mengenai sasaran.
Sementara sasaran yang ada dikatakan sering salah alamat akibatnya pengengguran dan kemiskinan akan susah untuk di atasi. Artono malah menyarankan agar Gubernur lebih cenderung pada persoalan entrepreneur. “dengan cara seperti inilah maka pengengguran dan kemiskinan akan bisa di atasi di Jatim,” jelasnya.
Penghargaan Presiden
Sementara itu,pada kesempatan tersebut Artono juga mengungkapkan perusahaan yang dipimpinannya yakni PT Arto Metal Internasioanl yang bergerak dibidang logam,komponen elektronik dan kompor mendapatkan penghargaan Kreasi Prima Mutu dari Presiden SBY.
Menurut Artono penghargaan tersebut menyangkut mutu perusahaan yang dilakukan nya dnegan berbgaai uji coba dan kelayakan. Sangta diharapkan apa yang telah dicapai akan menberikan inspirasi pada siapa saja terutama perusahaan lain agar mereka juga berbuat yang lebih baik demi kesejahteraan bangsa dan negeri ini.
